Detail Cantuman Kembali

XML

hasil tangkapan rajungan (Portunus pelagicus) pada alat tangkap bubu lipat yang dioperasikan pada kedalaman berbeda di perairan rambang jawa tengah


Bubu (trap) merupakan alat tangkap yang dioperasikan secara pasif yang termasuk alat tangkap ramah lingkungan, dengan keunggulan hasil tangkapan masih dalam kondisi hidup dan segar. Target penangkapan dari alat tangkap bubu salah satunya adalah rajungan (Portunus pelagicus), yang merupakan komoditas ekonomis penting perikanan. Penelitian ini menggunakan metode observasional yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh kedalaman yang berbeda terhadap hasil tangkapan rajungan (Portunus pelagicus), dengan 2 perlakuan berupa kedalaman bubu yang berbeda: Perlakuan A kedalaman bubu 15 – ≤ 20 m, dan Perlakuan B kedalaman bubu 20 – 25 m, ulangan sebanyak 15 kali sehingga diperoleh 30 data. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan Uji-T (t-test) independent. Hasil uji t, bahwa nilai signifikan 0,188 > 0,05 yang berarti Ho diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan bubu lipat pada kedalaman 15-20 meter dan 20-25 meter mendapatkan hasil tangkapan rajungan yang tidak berbeda nyata. Hasil tangkapan rajungan (Portunus pelagicus) pada kedalaman 15-20 meter sebanyak 137 kg, dan 20-25 meter sebanyak 151 kg dengan jumlah total hasil tangkapan sebanyak 288 kg. Jenis organisma hasil tangkapan sampingan antara lain ikan kerapu (Epinephelus) 3 ekor, ikan kakap (Lates calcarifer) 1 ekor, kepiting bakau (Scylla sp) 9 ekor, lobster (Nephropidae) 3ekor, kepiting karang (S. serrata) 3 ekor dan ikan lencam (Lethrinidae) 9 ekor.
625.21.15 Ahm h
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2021
Surabaya
ix, 24 p. : ill. ; 29 cm.
Skripsi
LOADING LIST...
LOADING LIST...